StudioXX1

Setiap film dibuka oleh sebuah logo: singa yang mengaum, gunung berbintang, lampu meja yang melompat, bola dunia yang berputar. Logo itu adalah tanda tangan studio, dan penonton yang jeli memilih film dari tanda tangan tersebut. StudioXX1 membaca namanya secara harfiah. Gedung ini memiliki dua puluh satu studio, dan tiap pintunya memuat nama satu rumah produksi, dari Pixar dan Paramount sampai Miles Films dan Visinema. Di balik tiap pintu ada delapan film yang paling banyak dinilai penonton dari studio itu. Angka di poster menunjukkan urutan film di dalam studionya. Pilih pintu dari logo yang Anda percaya.

Dua puluh satu studio: pilih pintunya

Studio 1: Pixar

Lihat semua (8)

Studio 2: Walt Disney Animation Studios

Lihat semua (8)

Studio 3: Lucasfilm

Lihat semua (8)

Studio 4: Marvel Studios

Lihat semua (8)

Studio 5: DreamWorks Animation

Lihat semua (8)

Studio 6: Illumination

Lihat semua (8)

Studio 7: New Line Cinema

Lihat semua (8)

Studio 8: Metro-Goldwyn-Mayer

Lihat semua (8)

Studio 9: Walt Disney Pictures

Lihat semua (8)

Studio 10: Warner Bros. Pictures

Lihat semua (8)

Studio 11: Columbia Pictures

Lihat semua (8)

Studio 12: 20th Century Fox

Lihat semua (8)

Studio 13: Paramount Pictures

Lihat semua (8)

Studio 14: Universal Pictures

Lihat semua (8)

Studio 15: Starvision Plus

Lihat semua (8)

Studio 16: Falcon Pictures

Lihat semua (8)

Studio 17: MD Pictures

Lihat semua (8)

Studio 18: Visinema Pictures

Lihat semua (8)

Studio 19: Miles Films

Lihat semua (8)

Studio 20: Screenplay Films

Lihat semua (8)

Studio 21: CJ Entertainment

Lihat semua (8)

Panduan StudioXX1

StudioXX1: dua puluh satu studio, satu gedung

Tanda tangan sebelum film dimulai

Sebelum adegan pertama, setiap film memperlihatkan tanda tangannya. Seekor singa mengaum di dalam lingkaran pita. Sebuah gunung dikelilingi bintang. Seorang anak memancing dari lengkung bulan. Lampu meja kecil melompat-lompat lalu menoleh ke penonton. Beberapa detik itu adalah janji: film ini dibuat oleh rumah yang Anda kenal, dengan selera yang Anda kenal.

Penonton yang jeli memilih film dari tanda tangan itu. Logo lampu meja berarti cerita yang membuat orang dewasa ikut menangis. Logo cincin dan menara berarti perjalanan panjang di Dunia Tengah. Logo Miles Films berarti film Indonesia yang akan dibicarakan bertahun-tahun. StudioXX1 dibangun di atas kebiasaan memilih itu, dan membaca namanya secara harfiah: sebuah gedung dengan dua puluh satu studio.

Tiap studio adalah satu pintu, dan tiap pintu memuat nama satu rumah produksi. Di balik pintu itu ada delapan film, yaitu film yang paling banyak dinilai penonton dari rumah produksi tersebut. Seluruhnya 168 film. Gagasan ini diuraikan di Dua puluh satu studio, dan langkah pertama untuk pengunjung baru ada di Mulai di StudioXX1.

Cara tiap studio diisi

Aturan pengisian studio sederhana dan sama untuk setiap pintu. Pertama, redaksi membaca daftar perusahaan produksi tiap film di TMDB. Kedua, film ditempatkan di satu studio saja. Banyak film dibuat bersama oleh beberapa perusahaan, dan untuk film semacam itu studio yang lebih khusus didahulukan: film Avengers masuk ke pintu Marvel Studios, film Star Wars masuk ke pintu Lucasfilm, dan film The Lord of the Rings masuk ke pintu New Line Cinema.

Ketiga, dari tiap studio diambil delapan film yang paling banyak dinilai penonton. Ukuran yang dipakai adalah jumlah penilai di TMDB, karena angka itu memperlihatkan seberapa luas sebuah film ditonton dan dibicarakan. Nilai rata-rata tetap ditampilkan di tiap poster, tetapi urutan di dalam studio mengikuti jumlah penilai. Film nomor satu di sebuah studio disebut film andalan. Rinciannya ada di Cara membaca studio dan di Satu film, banyak studio.

Seratus enam puluh delapan film dalam angka

Katalog StudioXX1 memuat 168 film dalam tiga bahasa: 112 berbahasa Inggris, 48 berbahasa Indonesia, dan delapan berbahasa Korea. Tiga puluh lima judul adalah film animasi. Nilai rata-rata seluruh katalog adalah 7,29 dari sepuluh, dan tiga puluh film bernilai 8,0 atau lebih.

Durasi rata-ratanya 123 menit. Bila seluruh film diputar berurutan, lamanya 20.723 menit, atau 345 jam lebih sedikit: empat belas hari penuh di dalam gedung. Laga adalah genre utama bagi 38 film, petualangan bagi 34 film, drama bagi 34 film, animasi bagi 20 film, dan komedi bagi 16 film.

Film tertua di gedung ini adalah Grand Hotel dari 1932, di pintu Metro-Goldwyn-Mayer. Film termuda datang dari 2025, di pintu MD Pictures dan Miles Films. Dekade 2010-an adalah yang paling ramai, dengan 92 film, disusul 2000-an dengan 33 film dan 2020-an dengan 23 film. Dari masa sebelum 1990 ada tiga belas film, tujuh di antaranya dari pintu MGM.

Papan dua puluh satu pintu

Di bawah pembuka beranda terdapat papan gedung: dua puluh satu kotak dalam tiga baris, tujuh kotak per baris. Tiap baris adalah satu sayap. Baris pertama, bergaris emas, adalah sayap waralaba. Baris kedua, bergaris merah, adalah sayap Hollywood. Baris ketiga, bergaris abu-abu, adalah sayap Asia. Tiap kotak memuat nama studio, dan menekannya membawa Anda langsung ke baris poster studio tersebut.

Di bawah papan, kedua puluh satu studio tampil berurutan, masing-masing sebagai satu baris berisi delapan poster. Angka besar di poster menunjukkan urutan film di dalam studionya, dari satu sampai delapan. Tautan Lihat semua membuka halaman studio dengan sinopsis singkat tiap film. Cara membaca poster dijelaskan di Kartu film.

Tiga sayap gedung

Sayap waralaba memuat tujuh rumah yang dikenal lewat dunia ceritanya: Pixar, Walt Disney Animation Studios, Lucasfilm, Marvel Studios, DreamWorks Animation, Illumination, dan New Line Cinema. Lima puluh enam filmnya memiliki nilai rata-rata 7,50, dan tiga puluh dua di antaranya film animasi. Sayap ini mengumpulkan lebih dari 964 ribu penilaian, terbanyak di gedung. Uraiannya ada di Panduan sayap waralaba.

Sayap Hollywood memuat tujuh studio besar yang namanya hampir setua bioskop itu sendiri: Metro-Goldwyn-Mayer, Walt Disney Pictures, Warner Bros., Columbia, 20th Century Fox, Paramount, dan Universal. Nilai rata-ratanya 7,45, dan filmnya paling panjang, rata-rata 138 menit. Rentang tahunnya juga paling lebar, dari 1932 sampai 2023. Uraiannya ada di Panduan sayap Hollywood.

Sayap Asia memuat enam rumah produksi Indonesia dan satu studio Korea: Starvision, Falcon Pictures, MD Pictures, Visinema, Miles Films, Screenplay Films, dan CJ Entertainment. Empat puluh delapan dari lima puluh enam filmnya berbahasa Indonesia. Nilai rata-ratanya 6,91, dan enam filmnya bernilai 8,0 atau lebih. Uraiannya ada di Panduan sayap Asia.

Studio 1: Pixar

Pixar memulai hidupnya sebagai divisi komputer di Lucasfilm dan berdiri sendiri pada 1986. Sembilan tahun kemudian studio ini merilis Toy Story, film panjang pertama yang seluruhnya dibuat dengan animasi komputer. Lampu meja yang melompat di logonya berasal dari film pendek Luxo Jr., dan sejak itu menjadi salah satu tanda tangan paling disayangi di bioskop.

Di pintu Pixar, film andalannya adalah Inside Out dari 2015, dengan lebih dari 24 ribu penilai. Di bawahnya berurutan Up, Coco, Finding Nemo, kisah robot pemungut sampah dari 2008, Toy Story, The Incredibles, dan Ratatouille. Empat dari delapan film itu bernilai 8,0 atau lebih, dan Coco memimpin dengan 8,2.

Nilai rata-rata pintu ini 7,94, tertinggi di seluruh gedung. Durasi rata-ratanya 100 menit, dan Toy Story, dengan 81 menit, berbagi gelar film terpendek di StudioXX1 dengan Ice Age. Pete Docter, Andrew Stanton, dan Brad Bird masing-masing menyutradarai dua film di pintu ini.

Studio 2: Walt Disney Animation Studios

Walt Disney Animation Studios adalah studio animasi tertua di gedung ini. Walt dan Roy Disney mendirikannya pada 1923, dan sejak film panjang pertamanya pada 1937, studio ini menetapkan arti kata dongeng di layar lebar. Delapan film di pintunya semuanya datang dari masa kebangkitannya yang terbaru, antara 2012 dan 2021.

Film andalannya adalah Zootopia dari 2016, kota hewan dengan kelinci polisi dan rubah penipu, yang mengumpulkan lebih dari 18 ribu penilai. Sesudahnya datang Frozen, Big Hero 6, Moana, Wreck-It Ralph, Encanto, Ralph Breaks the Internet, dan Raya and the Last Dragon, film yang mengambil ilham dari Asia Tenggara.

Nilai rata-rata pintu ini 7,52, dan durasi rata-ratanya 105 menit. Zootopia dan Raya and the Last Dragon berbagi nilai tertinggi, 7,8. Byron Howard menyutradarai dua film di sini, Zootopia dan Encanto.

Studio 3: Lucasfilm

George Lucas mendirikan Lucasfilm pada 1971, dan enam tahun kemudian merilis film yang mengubah cara Hollywood bekerja. Delapan film di pintu Lucasfilm seluruhnya berasal dari galaksi yang sama, dari Star Wars tahun 1977 sampai Star Wars: The Last Jedi tahun 2017. Empat puluh tahun waralaba berada dalam satu baris poster.

Star Wars yang pertama adalah film andalan, dengan hampir 23 ribu penilai. Film bernilai tertinggi adalah The Empire Strikes Back, dengan 8,4, disusul film pertama dengan 8,2. Baris ini juga memuat Star Wars: The Force Awakens, Return of the Jedi, Rogue One: A Star Wars Story, serta episode pertama dan ketiga dari trilogi prekuel.

Nilai rata-rata pintu ini 7,51, dan durasi rata-ratanya 134 menit. George Lucas sendiri menyutradarai tiga dari delapan film. Rentang nilainya lebar, dari 6,6 sampai 8,4, cerminan perdebatan panjang para penggemarnya.

Studio 4: Marvel Studios

Marvel Studios mulai membiayai filmnya sendiri pada 2008, dan film pertama dari masa itu, Iron Man, membuka jagat sinema yang kemudian menguasai satu dekade. Pintu Marvel Studios adalah pintu paling ramai di gedung: delapan filmnya mengumpulkan lebih dari 228 ribu penilaian.

Film andalannya adalah The Avengers dari 2012, film dengan penilai terbanyak di seluruh StudioXX1, lebih dari 40 ribu. Sesudahnya datang Avengers: Infinity War, Avengers: Endgame, Iron Man, Avengers: Age of Ultron, Black Panther, Spider-Man: Homecoming, dan Doctor Strange. Tiga film bernilai 8,0 atau lebih, dan dua film Avengers terakhir berbagi nilai 8,2.

Nilai rata-rata pintu ini 7,70, dan durasi rata-ratanya 140 menit. Avengers: Endgame, dengan 181 menit, adalah yang terpanjang. Seluruh delapan film dirilis antara 2008 dan 2019, masa yang oleh penggemar disebut Infinity Saga.

Studio 5: DreamWorks Animation

DreamWorks didirikan pada 1994 oleh Steven Spielberg, Jeffrey Katzenberg, dan David Geffen, dan divisi animasinya berdiri sebagai perusahaan sendiri pada 2004. Logonya memperlihatkan seorang anak yang memancing dari lengkung bulan. Bila Pixar terkenal dengan keharuan, DreamWorks Animation terkenal dengan kenakalan: raksasa hijau yang mengejek dongeng, panda yang belajar kungfu, dan kebun binatang yang kabur ke Afrika.

Film andalannya adalah Shrek dari 2001, dengan lebih dari 19 ribu penilai. Sesudahnya datang Kung Fu Panda, Madagascar, How to Train Your Dragon 2, Puss in Boots: The Last Wish, Shrek Forever After, Madagascar: Escape 2 Africa, dan The Boss Baby. Film bernilai tertinggi adalah yang termuda: Puss in Boots: The Last Wish dari 2022, dengan 8,2.

Nilai rata-rata pintu ini 7,17, dan durasi rata-ratanya 94 menit. Tom McGrath menyutradarai dua film di sini. Rentang tahunnya dua puluh satu tahun, dari Shrek sampai kucing bersepatu bot.

Studio 6: Illumination

Illumination didirikan pada 2007 oleh Chris Meledandri, dan film pertamanya, Despicable Me, melahirkan makhluk kuning kecil yang kini dikenal di seluruh dunia. Studio ini terkenal dengan film yang ringkas, cerah, dan ramah keluarga. Durasi rata-rata pintunya 91 menit, terpendek di gedung.

Despicable Me dari 2010 adalah film andalan, dengan lebih dari 16 ribu penilai. Sesudahnya datang Despicable Me 2, Minions, The Super Mario Bros. Movie, The Secret Life of Pets, Despicable Me 3, Minions: The Rise of Gru, dan The Secret Life of Pets 2. Lima dari delapan film berasal dari dunia Gru dan para Minion.

Nilai rata-rata pintu ini 6,91. Film bernilai tertinggi adalah The Super Mario Bros. Movie dari 2023, dengan 7,6. Chris Renaud menyutradarai empat film di sini, dan Kyle Balda tiga film. Seluruh delapan judul adalah film animasi.

Studio 7: New Line Cinema

New Line Cinema didirikan pada 1967 oleh Robert Shaye dan selama puluhan tahun dikenal sebagai rumah film berani dengan anggaran sedang. Pada akhir 1990-an studio ini mengambil taruhan terbesar dalam sejarahnya: membiayai tiga film The Lord of the Rings sekaligus. Taruhan itu terbayar, dan pintu New Line di StudioXX1 hampir seluruhnya milik Dunia Tengah.

Film andalannya adalah The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring dari 2001, dengan lebih dari 28 ribu penilai. Sesudahnya datang The Lord of the Rings: The Return of the King, The Lord of the Rings: The Two Towers, lalu tiga film The Hobbit. Dua tempat terakhir diisi film pahlawan super remaja dari 2019 dan The Secret Life of Walter Mitty.

Nilai rata-rata pintu ini 7,74. Durasi rata-ratanya 160 menit, terpanjang di gedung, dan The Return of the King berjalan 201 menit dengan nilai 8,5. Peter Jackson menyutradarai enam dari delapan film, jumlah terbanyak untuk satu sutradara di satu pintu.

Studio 8: Metro-Goldwyn-Mayer

Metro-Goldwyn-Mayer lahir pada 1924 dari penggabungan tiga perusahaan, dan singa di logonya sudah mengaum sejak masa film bisu. Pada masa keemasan Hollywood, MGM adalah studio dengan bintang paling banyak. Pintunya di StudioXX1 adalah museum kecil: tujuh dari delapan filmnya dibuat sebelum 1960.

Film andalannya adalah Spectre dari 2015, petualangan James Bond yang mengumpulkan lebih dari 11 ribu penilai. Sesudahnya datang Gone with the Wind dari 1939, Ben-Hur dari 1959, An American in Paris, Mutiny on the Bounty, Grand Hotel, Gigi, dan Mrs. Miniver. Gone with the Wind dan Ben-Hur berbagi nilai tertinggi, 7,9.

Durasi rata-rata pintu ini 150 menit. Gone with the Wind, dengan 238 menit, adalah film terpanjang di seluruh gedung, dan Ben-Hur menyusul dengan 212 menit. William Wyler dan Vincente Minnelli masing-masing menyutradarai dua film. Nilai rata-ratanya 7,13.

Studio 9: Walt Disney Pictures

Walt Disney Pictures adalah label film layar lebar Disney, dan kastel di logonya dikenal oleh setiap anak. Di StudioXX1, pintu ini memuat film dengan pemeran manusia dan gambar serupa nyata: bajak laut, putri, dan dongeng lama yang dibuat ulang dengan kamera. Film animasi Disney berada di dua pintu lain, yaitu Pixar dan Walt Disney Animation Studios.

Film andalannya adalah Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl dari 2003, dengan hampir 23 ribu penilai dan nilai 7,8. Tiga film bajak laut lain mengikutinya, bersama Beauty and the Beast versi 2017, Alice in Wonderland, Maleficent, dan The Lion King versi 2019.

Nilai rata-rata pintu ini 7,11, dan durasi rata-ratanya 131 menit. Gore Verbinski menyutradarai tiga film bajak laut pertama. Empat dari delapan film adalah pembuatan ulang dongeng animasi klasik Disney, tanda arah studio ini pada dekade 2010-an.

Studio 10: Warner Bros.

Warner Bros. didirikan pada 1923 oleh empat bersaudara Warner, dan perisai berhuruf WB di logonya membuka film sejak masa awal film bersuara. Di StudioXX1, pintu Warner Bros. didominasi seorang penyihir muda: lima dari delapan filmnya berasal dari seri Harry Potter.

Film andalannya adalah Harry Potter and the Philosopher's Stone dari 2001, dengan lebih dari 30 ribu penilai. Sesudahnya datang Joker, The Dark Knight Rises, Mad Max: Fury Road, dan empat film Harry Potter lain. Joker dan Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2 berbagi nilai tertinggi, 8,1.

Nilai rata-rata pintu ini 7,88, tertinggi di sayap Hollywood dan kedua di seluruh gedung. Delapan filmnya mengumpulkan lebih dari 202 ribu penilaian, kedua terbanyak sesudah Marvel Studios. Durasi rata-ratanya 144 menit.

Studio 11: Columbia Pictures

Columbia Pictures memakai namanya sejak 1924, dan perempuan pembawa obor di logonya termasuk tanda tangan paling anggun di Hollywood. Kini Columbia adalah bagian dari Sony. Pintunya di StudioXX1 adalah pintu manusia laba-laba: empat dari delapan filmnya memuat Spider-Man dalam berbagai wujud.

Film andalannya adalah Django Unchained dari 2012, karya Quentin Tarantino, dengan lebih dari 28 ribu penilai dan nilai 8,2. Film bernilai tertinggi adalah Spider-Man: Into the Spider-Verse, film animasi dengan nilai 8,4. Baris ini juga memuat Spider-Man 2, Men in Black, Jumanji: Welcome to the Jungle, dan The Social Network.

Nilai rata-rata pintu ini 7,34, dan durasi rata-ratanya 128 menit. Marc Webb menyutradarai dua film The Amazing Spider-Man. Dengan western, komedi fiksi ilmiah, animasi, dan drama tentang lahirnya media sosial, pintu ini adalah yang paling beragam di sayap Hollywood.

Studio 12: 20th Century Fox

20th Century Fox lahir dari penggabungan dua perusahaan pada 1935, dan musik pembukanya, dengan lampu sorot yang menyapu langit, mungkin merupakan fanfar paling terkenal di dunia film. Sejak 2019 studio ini menjadi bagian dari Disney dan kini memakai nama 20th Century Studios. StudioXX1 memakai nama lama, sesuai nama yang tercetak di film-filmnya.

Film andalannya adalah Avatar dari 2009, dengan hampir 35 ribu penilai. Sesudahnya datang Deadpool, Titanic, Logan, Gone Girl, X-Men: Days of Future Past, Ice Age, dan X-Men: First Class. Titanic dan Gone Girl berbagi nilai tertinggi, 7,9. James Cameron menyutradarai dua film terlaris di pintu ini.

Nilai rata-rata pintu ini 7,63, dengan rentang yang sempit: semua film bernilai antara 7,3 dan 7,9. Delapan filmnya mengumpulkan lebih dari 183 ribu penilaian. Titanic, dengan 194 menit, adalah yang terpanjang, dan Ice Age, dengan 81 menit, yang terpendek.

Studio 13: Paramount Pictures

Paramount berakar pada 1912 dan merupakan salah satu studio tertua yang masih berdiri di Hollywood. Gunung berbintang di logonya membuka sebagian film paling dihormati dalam sejarah. Pintu Paramount di StudioXX1 memuat tiga film bernilai tertinggi di gedung.

Film andalannya adalah Forrest Gump dari 1994, dengan lebih dari 30 ribu penilai dan nilai 8,5. Di belakangnya berdiri The Godfather dari 1972, film bernilai tertinggi di seluruh StudioXX1 dengan 8,7, dan The Godfather Part II dengan 8,6. Baris ini dilengkapi Transformers, dua film Mission: Impossible, Sonic the Hedgehog, dan War of the Worlds.

Nilai rata-rata pintu ini 7,60, dan durasi rata-ratanya 143 menit. Francis Ford Coppola menyutradarai dua film Godfather. Rentang tahunnya 48 tahun, dari mafia New York tahun 1972 sampai landak biru tahun 2020.

Studio 14: Universal Pictures

Universal didirikan pada 1912, dan bola dunia yang berputar di logonya sudah menemani penonton selama lebih dari satu abad. Studio ini adalah rumah film monster klasik, dan sejak 1990-an juga rumah dinosaurus. Pintunya di StudioXX1 memadukan tontonan besar dengan drama pemenang penghargaan.

Film andalannya adalah Gladiator dari 2000, dengan lebih dari 21 ribu penilai dan nilai 8,2. Sesudahnya datang Jurassic Park, Jurassic World: Fallen Kingdom, Oppenheimer, Oblivion, A Beautiful Mind, The Breakfast Club, dan Liar Liar. Tiga film bernilai 8,0 atau lebih: Gladiator, Jurassic Park, dan Oppenheimer.

Nilai rata-rata pintu ini 7,47, dan durasi rata-ratanya 129 menit. Oppenheimer, dengan 181 menit, adalah yang terpanjang. Rentang tahunnya 38 tahun, dari ruang hukuman sekolah tahun 1985 sampai laboratorium Los Alamos tahun 2023.

Studio 15: Starvision

Starvision adalah salah satu rumah produksi paling produktif di Indonesia, dan selama bertahun-tahun menjadi rumah bagi komedi keluarga yang hangat. Di sinilah Ernest Prakasa membuat film-film tentang toko, keluarga, dan sinyal telepon yang hilang di tempat liburan. Delapan film di pintunya dirilis antara 2016 dan 2022.

Film andalannya adalah A Perfect Fit dari 2021, kisah cinta berlatar Bali yang ditonton luas lewat layanan streaming. Sesudahnya datang Cek Toko Sebelah, Dua Garis Biru, Critical Eleven, Sweet 20, Susah Sinyal, Cek Toko Sebelah 2, dan Koala Kumal. Film bernilai tertinggi adalah Cek Toko Sebelah 2, dengan 7,9.

Nilai rata-rata pintu ini 7,44, tertinggi di sayap Asia. Durasi rata-ratanya 112 menit. Ernest Prakasa menyutradarai tiga dari delapan film, dan Dua Garis Biru karya Gina S. Noer menjadi salah satu drama remaja Indonesia yang paling banyak dibicarakan pada 2019.

Studio 16: Falcon Pictures

Falcon Pictures dikenal lewat film berskala besar untuk penonton luas: komedi dengan puluhan komika, kelahiran kembali trio Warkop, dan adaptasi novel-novel besar. Logo elangnya membuka sebagian film Indonesia terlaris dekade 2010-an. Delapan film di pintunya dirilis antara 2014 dan 2024.

Film andalannya adalah My Stupid Boss dari 2016, komedi kantor berlatar Kuala Lumpur. Sesudahnya datang Bumi Manusia, dua bagian Warkop DKI Reborn, tiga film Comic 8, dan Dilan 1983: Wo Ai Ni. Bumi Manusia, adaptasi novel Pramoedya Ananta Toer, memegang nilai tertinggi dengan 7,1 dan durasi terpanjang dengan 181 menit.

Nilai rata-rata pintu ini 6,30, dan durasi rata-ratanya 112 menit. Anggy Umbara menyutradarai lima dari delapan film. Pintu ini adalah pintu tawa di sayap Asia: enam dari delapan filmnya komedi.

Studio 17: MD Pictures

MD Pictures, yang dipimpin Manoj Punjabi, tumbuh dari dunia sinetron menjadi salah satu studio film terbesar di Indonesia. Pada 2008 studio ini merilis Ayat-Ayat Cinta, drama religi yang membuktikan bahwa film Indonesia sanggup menarik jutaan penonton ke bioskop. Delapan film di pintunya terentang dari 2008 sampai 2025, rentang terpanjang di antara pintu Indonesia sesudah Miles Films.

Film andalannya adalah Setetes Embun Cinta Niyala dari 2025. Sesudahnya datang Ayat-Ayat Cinta, Ayat-Ayat Cinta 2, Rudy Habibie, Sabar Ini Ujian, Mendarat Darurat, kisah Merry Riana, dan Insya Allah Sah. Film bernilai tertinggi adalah Sabar Ini Ujian, komedi tentang hari yang terus berulang, dengan 8,0, disusul Rudy Habibie dengan 7,7.

Nilai rata-rata pintu ini 6,63, dan durasi rata-ratanya 117 menit. Hanung Bramantyo menyutradarai dua film di sini, dan Anggy Umbara dua film. Rudy Habibie, dengan 142 menit, adalah yang terpanjang.

Studio 18: Visinema

Visinema didirikan pada 2008 oleh sutradara Angga Dwimas Sasongko, dan dalam satu dekade menjadi nama yang berarti cerita keluarga masa kini. Studio ini membawa kembali Keluarga Cemara ke layar lebar dan menjadikan secangkir kopi sebagai filsafat. Delapan film di pintunya dirilis antara 2015 dan 2023.

Film andalannya adalah 24 Jam Bersama Gaspar dari 2023, kisah detektif di kota yang muram. Sesudahnya datang 13 Bom di Jakarta, Keluarga Cemara, Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini, Love for Sale, Terlalu Tampan, Filosofi Kopi, dan Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti. Dua film bernilai 8,0: Keluarga Cemara dan Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti.

Nilai rata-rata pintu ini 7,25, kedua tertinggi di antara pintu Indonesia. Angga Dwimas Sasongko menyutradarai empat dari delapan film. Durasi rata-ratanya 115 menit, dan 13 Bom di Jakarta, dengan 143 menit, adalah yang terpanjang.

Studio 19: Miles Films

Miles Films didirikan pada 1995 oleh produser Mira Lesmana, dan bersama sutradara Riri Riza studio ini ikut membangkitkan film Indonesia pada awal 2000-an. Kisah Rangga dan Cinta dari 2002 membawa penonton muda kembali ke bioskop, dan Laskar Pelangi dari 2008 menjadi salah satu film Indonesia paling dicintai sepanjang masa.

Film andalannya adalah Sore: Istri Dari Masa Depan dari 2025, yang tercatat di TMDB dengan Miles Films di antara rumah produksinya. Sesudahnya datang dua film Rangga dan Cinta, Laskar Pelangi, Pendekar Tongkat Emas, Gie, Bebas, dan Sang Pemimpi. Bebas memegang nilai tertinggi dengan 8,0, disusul Laskar Pelangi dengan 7,6.

Nilai rata-rata pintu ini 7,05, dan durasi rata-ratanya 120 menit. Riri Riza menyutradarai lima dari delapan film. Rentang tahunnya 23 tahun, dari 2002 sampai 2025, terpanjang di sayap Asia.

Studio 20: Screenplay Films

Screenplay Films dikenal lewat dua wajah. Wajah pertama adalah kisah cinta remaja berlatar kota-kota jauh, seperti London dan langit di ketinggian 38.000 kaki. Wajah kedua adalah jagat pahlawan super Indonesia, yang dibangun bersama Bumilangit lewat Gundala dan Sri Asih. Delapan film di pintunya dirilis antara 2016 dan 2022.

Gundala karya Joko Anwar adalah film andalan, dengan 348 penilai, terbanyak di antara semua film Indonesia di StudioXX1. Sri Asih menyusul dengan 166 penilai. Sesudahnya datang Kartini, Orang Kaya Baru, dua film London Love Story, kisah cinta di ketinggian 38.000 kaki, dan Dancing in the Rain, yang memegang nilai tertinggi pintu ini dengan 8,4.

Nilai rata-rata pintu ini 6,36, dan durasi rata-ratanya 108 menit. Asep Kusdinar menyutradarai tiga film. Sri Asih, dengan 134 menit, adalah yang terpanjang.

Studio 21: CJ Entertainment

Pintu terakhir membawa gedung ini ke Seoul. CJ Entertainment didirikan pada 1995 dan tumbuh menjadi rumah produksi dan distribusi terbesar di Korea Selatan. Namanya membuka banyak film yang memperkenalkan sinema Korea kepada dunia. Delapan film di pintunya dirilis antara 2010 dan 2023.

Film andalannya adalah The Man from Nowhere dari 2010, kisah seorang pegadai pendiam yang menyelamatkan anak tetangganya, dengan 1.578 penilai. Sesudahnya datang Silenced, Ashfall, Alienoid, Unlocked, Extreme Job, Seobok, dan Hard Hit. Silenced memegang nilai tertinggi dengan 8,2.

Nilai rata-rata pintu ini 7,35, dan durasi rata-ratanya 119 menit. Delapan filmnya mengumpulkan hampir lima ribu penilaian, lebih dari tiga perempat seluruh penilaian di sayap Asia. Genre pintu ini condong ke laga dan cerita tegang, dengan Extreme Job sebagai selingan komedi.

Dua puluh satu film andalan

Film nomor satu dari tiap pintu dikumpulkan dalam daftar Film andalan. Dua puluh satu judul itu adalah cara tercepat mengenal seluruh gedung: The Avengers untuk Marvel Studios, Avatar untuk 20th Century Fox, Forrest Gump untuk Paramount, Gundala untuk Screenplay Films, dan seterusnya.

Nilai rata-rata daftar ini 7,53, dan enam filmnya bernilai 8,0 atau lebih. Enam film berbahasa Indonesia, empat adalah film animasi, dan satu berbahasa Korea. Film andalan tertua adalah Star Wars dari 1977, dan yang termuda adalah dua film Indonesia dari 2025. Durasi rata-ratanya 128 menit, dan menonton semuanya memerlukan 2.690 menit, hampir empat puluh lima jam.

Film andalan dengan nilai tertinggi adalah Forrest Gump, dengan 8,5, disusul The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring dengan 8,4. Panduan lengkap daftar ini ada di Panduan film andalan.

Nilai delapan ke atas

Tiga puluh film di StudioXX1 bernilai 8,0 atau lebih, dan daftar Nilai delapan ke atas mengumpulkannya dari semua pintu. The Godfather memimpin dengan 8,7, disusul The Godfather Part II dengan 8,6, lalu The Return of the King dan Forrest Gump dengan 8,5. Nilai rata-rata daftar ini 8,21.

Pintu Pixar menyumbang empat film. Marvel Studios, New Line Cinema, Warner Bros., Paramount, dan Universal masing-masing menyumbang tiga. Lima film Indonesia masuk daftar: Dancing in the Rain, Keluarga Cemara, Bebas, Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti, dan Sabar Ini Ujian. Enam film dalam daftar ini adalah film animasi.

Tujuh pintu berdiri di luar daftar ini: Walt Disney Animation Studios, Illumination, MGM, Walt Disney Pictures, 20th Century Fox, Starvision, dan Falcon Pictures. Hal itu menunjukkan satu hal yang menarik: pintu dengan nilai yang rata dan tinggi, seperti 20th Century Fox, bisa hidup berdampingan dengan pintu yang memiliki puncak tajam, seperti Paramount.

Sutradara di balik pintu

Studio memberi nama pada pintu, tetapi sutradara memberi wajah pada film. Beberapa nama muncul berulang di gedung ini. Peter Jackson memimpin dengan enam film, semuanya di pintu New Line Cinema. Anggy Umbara menyutradarai tujuh film di dua pintu: lima di Falcon Pictures dan dua di MD Pictures. Riri Riza menyutradarai lima film Miles Films.

Hanung Bramantyo hadir di tiga pintu sekaligus, dengan Bumi Manusia di Falcon Pictures, dua film di MD Pictures, dan Kartini di Screenplay Films. Angga Dwimas Sasongko dan Chris Renaud masing-masing menyutradarai empat film di pintu studionya sendiri. Brad Bird melintasi sayap: dua film animasi di Pixar dan satu film Mission: Impossible di Paramount.

Christopher Nolan muncul di dua pintu Hollywood, dengan The Dark Knight Rises di Warner Bros. dan Oppenheimer di Universal. Jon Favreau membuka jagat Marvel lewat Iron Man dan kemudian membuat The Lion King untuk Disney. Steven Spielberg hadir di Universal dan Paramount, dan David Fincher di Columbia dan 20th Century Fox. Sutradara besar berpindah pintu, dan itulah sebabnya pengetahuan tentang studio terasa lengkap ketika nama sutradaranya ikut diingat.

Catatan rekor gedung

Pintu dengan nilai rata-rata tertinggi adalah Pixar, dengan 7,94, disusul Warner Bros. dengan 7,88 dan New Line Cinema dengan 7,74. Pintu paling ramai adalah Marvel Studios, dengan lebih dari 228 ribu penilaian, disusul Warner Bros., 20th Century Fox, dan Pixar. Pintu dengan film terpanjang adalah New Line Cinema, dengan rata-rata 160 menit, dan yang terpendek adalah Illumination, dengan 91 menit.

Film dengan nilai tertinggi adalah The Godfather, dengan 8,7. Film dengan penilai terbanyak adalah The Avengers, dengan lebih dari 40 ribu. Film terpanjang adalah Gone with the Wind, dengan 238 menit, dan yang terpendek adalah Toy Story dan Ice Age, keduanya 81 menit. Film tertua adalah Grand Hotel dari 1932.

Pintu dengan rentang tahun terlebar adalah MGM, 83 tahun dari Grand Hotel sampai Spectre. Pintu dengan rentang tersempit adalah Starvision dan Screenplay Films, masing-masing enam tahun. Pintu yang paling seragam adalah Lucasfilm dan Illumination: seluruh film Lucasfilm berasal dari satu galaksi, dan seluruh film Illumination adalah animasi.

Film animasi di gedung

Tiga puluh lima film di StudioXX1 adalah film animasi, dan daftar Film animasi mengumpulkannya. Tiga puluh dua di antaranya datang dari empat pintu yang seluruhnya animasi: Pixar, Walt Disney Animation Studios, DreamWorks Animation, dan Illumination. Tiga sisanya tersebar di sayap Hollywood: Spider-Man: Into the Spider-Verse di Columbia, Ice Age di 20th Century Fox, dan The Lion King di Walt Disney Pictures.

Nilai rata-rata film animasi adalah 7,41, sedikit di atas rata-rata gedung. Durasi rata-ratanya 98 menit, dua puluh lima menit lebih singkat daripada rata-rata gedung. Enam film animasi bernilai 8,0 atau lebih, dan Spider-Man: Into the Spider-Verse memimpin dengan 8,4. Rentang tahunnya dari Toy Story tahun 1995 sampai The Super Mario Bros. Movie tahun 2023.

Film Indonesia di gedung

Empat puluh delapan film Indonesia mengisi enam pintu di sayap Asia, dan daftar Film Indonesia mengumpulkannya dalam satu halaman. Rentang tahunnya dari 2002 sampai 2025. Nilai rata-ratanya 6,84, durasi rata-ratanya 114 menit, dan lima film bernilai 8,0 atau lebih.

Enam pintu itu memperlihatkan enam watak. Starvision adalah komedi keluarga. Falcon Pictures adalah tontonan besar dan tawa. MD Pictures adalah drama cinta dan kisah tokoh. Visinema adalah keluarga masa kini. Miles Films adalah film yang membentuk satu generasi. Screenplay Films adalah cinta remaja dan pahlawan super. Membaca film Indonesia lewat rumah produksinya memperlihatkan betapa beragam industrinya.

Jumlah penilai film Indonesia di TMDB masih kecil dibandingkan film Hollywood, karena basis data itu lebih banyak dipakai penonton luar negeri. Karena itu urutan di pintu-pintu Indonesia lebih mudah berubah, dan redaksi memeriksanya ulang pada tiap pembaruan.

Memilih pintu menurut suasana

Untuk malam keluarga, mulailah dari Pixar, Walt Disney Animation Studios, atau Illumination; durasinya ramah untuk anak-anak. Untuk maraton akhir pekan, pintu New Line Cinema dan Lucasfilm menyediakan perjalanan panjang dalam urutan yang jelas. Untuk tontonan besar bersama teman, pintu Marvel Studios dan 20th Century Fox adalah pilihan yang aman.

Untuk film yang dibicarakan lama sesudah lampu menyala, bukalah pintu Paramount atau Universal. Untuk malam nostalgia, pintu MGM membawa Anda ke masa keemasan Hollywood. Untuk film berbahasa Indonesia, sayap Asia menyediakan enam pintu dengan enam watak, dan pintu CJ Entertainment menutupnya dengan ketegangan khas Korea.

Keluarga besar di balik pintu

Dua puluh satu pintu itu berdiri sendiri-sendiri di papan, tetapi banyak di antaranya bersaudara. Enam pintu kini berada di bawah satu atap Disney: Pixar, Walt Disney Animation Studios, Lucasfilm, Marvel Studios, Walt Disney Pictures, dan 20th Century Fox. Bersama-sama keenamnya memuat 48 film, jumlah yang sama dengan seluruh film Indonesia di gedung.

Tiga pintu berada di keluarga Universal: Universal Pictures, DreamWorks Animation, dan Illumination. Dua pintu berada di keluarga Warner: Warner Bros. dan New Line Cinema. Columbia adalah bagian dari Sony, MGM sejak 2022 bagian dari Amazon, dan Paramount berdiri dengan namanya sendiri. Di sayap Asia, ketujuh pintu adalah rumah yang mandiri satu dari yang lain.

Pengetahuan ini berguna saat mencari tempat menonton. Film dari pintu-pintu yang bersaudara umumnya berkumpul di layanan streaming milik induknya, sehingga satu langganan sering membuka beberapa pintu sekaligus.

Waralaba di dalam gedung

Karena tiap pintu diisi menurut jumlah penilai, waralaba besar menempati banyak tempat. Star Wars mengisi seluruh delapan tempat di pintu Lucasfilm. Dunia Tengah mengisi enam tempat di New Line Cinema, dan Harry Potter lima tempat di Warner Bros. Dunia Gru dan Minion mengisi lima tempat di Illumination, dan bajak laut Karibia empat tempat di Walt Disney Pictures.

Para Avengers menempati empat tempat di Marvel Studios. Spider-Man hadir lima kali di dua pintu: empat kali di Columbia dan sekali di Marvel Studios. Di sayap Asia, waralaba juga terlihat: tiga film Comic 8 dan dua bagian Warkop DKI Reborn di Falcon Pictures, dua film Ayat-Ayat Cinta di MD Pictures, dua film Cek Toko Sebelah di Starvision, dua film London Love Story di Screenplay Films, serta dua film Rangga dan Cinta di Miles Films.

Bagi penonton, hal ini memudahkan maraton. Satu pintu sering kali sudah menyediakan urutan tontonan untuk beberapa akhir pekan, dan angka di poster memperlihatkan bagian mana yang paling banyak ditonton orang.

Gedung dari dekade ke dekade

Seratus enam puluh delapan film itu terentang sepanjang 93 tahun. Dekade 1930-an menyumbang tiga film, 1940-an satu, dan 1950-an tiga, semuanya dari pintu MGM. Dekade 1970-an menyumbang tiga film, yaitu dua film Godfather dan Star Wars yang pertama. Dekade 1980-an juga tiga: dua lanjutan Star Wars dan The Breakfast Club.

Dekade 1990-an menyumbang tujuh film, termasuk Jurassic Park, Forrest Gump, Toy Story, dan Titanic. Sesudah itu jumlahnya melonjak: 33 film dari 2000-an, 92 film dari 2010-an, dan 23 film dari 2020-an. Lebih dari separuh gedung berasal dari satu dekade, masa ketika jagat sinema, animasi komputer, dan kebangkitan film Indonesia berjalan bersamaan.

Tur tujuh malam

Bagi yang ingin mengenal gedung ini dalam sepekan, redaksi menyarankan satu pintu per malam. Malam pertama, Pixar dengan Coco. Malam kedua, Paramount dengan Forrest Gump. Malam ketiga, Miles Films dengan Laskar Pelangi. Malam keempat, New Line Cinema dengan The Fellowship of the Ring.

Malam kelima, Visinema dengan Keluarga Cemara. Malam keenam, CJ Entertainment dengan The Man from Nowhere. Malam ketujuh, MGM dengan An American in Paris, musikal berwarna dari 1951. Tujuh malam itu melewati ketiga sayap, tiga bahasa, dan empat dekade selera penonton.

Durasi dari pintu ke pintu

Durasi rata-rata memperlihatkan watak tiap pintu sejelas genrenya. Empat pintu animasi adalah yang paling ringkas: Illumination 91 menit, DreamWorks Animation 94 menit, Pixar 100 menit, dan Walt Disney Animation Studios 105 menit. Delapan film Illumination selesai dalam 726 menit, sedikit di atas dua belas jam.

Di ujung lain berdiri New Line Cinema dengan 160 menit, MGM dengan 150 menit, Warner Bros. dengan 144 menit, Paramount dengan 143 menit, dan Marvel Studios dengan 140 menit. Delapan film New Line Cinema memerlukan 1.279 menit, lebih dari dua puluh satu jam, hampir dua kali lipat pintu Illumination.

Pintu-pintu Indonesia berkumpul rapat di tengah: Screenplay Films 108 menit, Starvision dan Falcon Pictures 112 menit, Visinema 115 menit, MD Pictures 117 menit, dan Miles Films 120 menit. Film Indonesia, dari studio mana pun, cenderung berjalan sekitar dua jam, ukuran yang pas untuk satu malam.

Genre tiap pintu

Genre mengikuti studio lebih setia daripada yang sering diduga. Seluruh delapan film Lucasfilm tercatat sebagai laga dan petualangan. Di New Line Cinema, tujuh film adalah petualangan dan lima fantasi. Di Warner Bros., enam film adalah petualangan dan lima fantasi, berkat sekolah sihir yang mengisi sebagian besar pintunya.

Drama memimpin di pintu-pintu yang lebih tua dan di pintu Indonesia. Lima film MGM adalah drama dan empat romantis. Di MD Pictures dan Miles Films, tujuh dari delapan film adalah drama; di Starvision, Visinema, dan Screenplay Films, enam. Falcon Pictures menjadi pengecualian yang riang dengan enam komedi, dan CJ Entertainment menutup gedung dengan enam film laga.

Bagi pengunjung, artinya sederhana: nama studio di atas pintu sudah memberi tahu jenis malam yang menanti di dalamnya, bahkan sebelum poster pertama dibaca.

Genre utama tercetak di bawah tiap poster, dan durasi tertulis di halaman judul. Bersama angka urut, nilai, dan nama studio, keduanya membuat satu baris poster cukup untuk memutuskan tontonan malam ini. Pengunjung yang sudah hafal watak tiap pintu biasanya memilih dalam hitungan detik: pintu mana, nomor berapa, lalu Tonton sekarang. Pengunjung baru dapat memulainya dari film nomor satu, lalu turun satu angka setiap kali kembali ke pintu yang sama.

Kartu film dan halaman judul

Setiap film di StudioXX1 tampil sebagai poster dengan angka urut yang besar. Angka itu menunjukkan tempat film di dalam studionya, dari satu sampai delapan menurut jumlah penilai. Nilai penonton tercetak di pojok atas poster, dan di bawah poster terdapat nama studio, judul, tahun rilis, dan genre utama. Durasi dan daftar pemeran menunggu di halaman judul.

Menekan poster membuka halaman judul, dengan sinopsis lengkap berbahasa Indonesia, daftar pemeran, sutradara, genre, dan tahun rilis. Tombol Tonton sekarang dan tombol Daftar Saya berada di halaman yang sama. Uraiannya ada di Kartu film.

Pencarian di StudioXX1

Kotak pencarian berada di bilah gelap di bagian atas setiap halaman. Ketik beberapa huruf judul atau nama pemeran, dan hasilnya muncul seketika. Mengetik sebuah tahun menampilkan semua film dari tahun itu, dan mengetik nama sutradara menampilkan filmnya di semua pintu.

Halaman A–Z menampilkan seluruh 168 judul menurut abjad, dan menu Studio menampilkan kedua puluh delapan daftar: dua puluh satu studio, tiga sayap, dan empat daftar lintas pintu. Kiat lengkapnya ada di Pencarian.

Tombol Tonton sekarang

StudioXX1 adalah panduan film. Film diputar oleh layanan resmi pemegang haknya, dan tombol Tonton sekarang menghubungkan keduanya. Di halaman judul, pilih negara Anda, lalu tekan tombol itu. Halaman JustWatch untuk film tersebut terbuka di tab baru dan memperlihatkan layanan langganan, sewa, atau beli yang menyediakannya.

Studio kerap menentukan tempat sebuah film diputar. Film dari pintu Pixar, Marvel Studios, dan Lucasfilm umumnya berkumpul di satu layanan milik induknya, sedangkan film dari pintu lain berpindah mengikuti kontrak. JustWatch memperbarui datanya setiap hari. Rinciannya ada di Tonton sekarang.

Daftar Saya

Tombol Daftar Saya di halaman judul menyimpan film ke daftar pribadi Anda, dan daftar itu dapat dibuka dari bilah atas. Tiap poster di dalamnya tetap membawa nama studionya, sehingga Anda dapat melihat pintu mana yang paling sering Anda kunjungi.

Daftar itu disimpan oleh peramban di perangkat yang sedang Anda pakai, langsung siap dipakai, dan hanya terlihat oleh Anda. Di peramban atau perangkat lain, daftar dimulai dari kosong. Panduannya ada di Daftar Saya.

StudioXX1 di ponsel

Di layar ponsel, papan dua puluh satu pintu tersusun menjadi tiga kotak per baris, dan tiap baris poster dapat digeser ke samping dengan satu jari. Bilah atas menyusut menjadi logo, tombol menu, dan pencarian. Angka urut di poster tetap besar dan mudah dibaca.

Halaman dimuat ringan: poster diambil sesuai ukuran layar, dan poster di bagian bawah halaman dimuat saat Anda menggulir ke arahnya. Langkah menambahkan StudioXX1 ke layar utama ponsel ada di StudioXX1 di ponsel.

Bahasa dan subtitle

Seluruh antarmuka StudioXX1 berbahasa Indonesia, dan tiap film memiliki sinopsis berbahasa Indonesia. Film Indonesia ditampilkan dengan judul aslinya, film Hollywood dan Korea dengan judul internasionalnya. Nama studio ditulis seperti yang tercetak di film.

Subtitle dan sulih suara disediakan oleh layanan resmi yang memutar film tersebut, dan sebagian besar layanan besar menyediakan subtitle Indonesia. Keterangannya ada di Bahasa dan subtitle.

Sumber data dan pembaruan

Poster, sinopsis, nilai, jumlah penilai, dan daftar perusahaan produksi berasal dari TMDB, basis data film yang disusun komunitas. StudioXX1 memakai data itu dengan atribusi, dan produk ini berdiri sendiri di luar dukungan atau sertifikasi TMDB. Nama dan logo studio adalah milik pemiliknya masing-masing, dan di sini nama itu dipakai sebagai keterangan produksi.

Jumlah penilai terus bertambah, terutama untuk film baru dan film Indonesia. Redaksi memeriksa ulang urutan tiap pintu secara berkala, dan angka di halaman ini mencerminkan catatan 13 Oktober 2026. Data ketersediaan berasal dari JustWatch.

Rute singkat untuk kunjungan pertama

Pertama, lihat papan dua puluh satu pintu dan pilih satu nama yang Anda kenal. Kedua, baca delapan poster di barisnya dan perhatikan angka urutnya. Ketiga, buka film nomor satu dan baca sinopsisnya. Keempat, pilih negara Anda dan tekan Tonton sekarang. Kelima, buka satu pintu dari sayap yang lain dan simpan satu film ke Daftar Saya.

Sesudah itu, daftar Film andalan memberi Anda tur seluruh gedung dalam dua puluh satu poster, dan daftar Nilai delapan ke atas mengumpulkan puncak dari semua pintu.

Pertanyaan tentang StudioXX1

Berikut jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering diajukan pengunjung tentang gedung dua puluh satu studio.

Pertanyaan

Apa arti angka di poster?

Angka itu urutan film di dalam studionya, dari satu sampai delapan, menurut jumlah penilai di TMDB. Film nomor satu disebut film andalan.

Mengapa ada dua puluh satu studio?

StudioXX1 membaca angka di namanya sebagai jumlah pintu. Gedung ini memiliki tiga sayap, dan tiap sayap memuat tujuh studio.

Bagaimana film buatan beberapa perusahaan ditempatkan?

Setiap film berada di satu studio saja. Studio yang lebih khusus didahulukan, sehingga film Avengers berada di pintu Marvel Studios dan film Star Wars di pintu Lucasfilm.

Studio mana yang nilai rata-ratanya tertinggi?

Pixar, dengan 7,94 dari sepuluh. Warner Bros. menyusul dengan 7,88 dan New Line Cinema dengan 7,74.

Film apa yang bernilai tertinggi di gedung ini?

The Godfather dari pintu Paramount, dengan 8,7. The Godfather Part II menyusul dengan 8,6.

Berapa banyak film Indonesia di StudioXX1?

Empat puluh delapan film, di enam pintu: Starvision, Falcon Pictures, MD Pictures, Visinema, Miles Films, dan Screenplay Films.

Mengapa 20th Century Fox memakai nama lama?

Karena nama itulah yang tercetak di film-film di pintunya. Studio tersebut kini memakai nama 20th Century Studios.

Bagaimana cara menonton film dari StudioXX1?

Buka halaman judul, pilih negara Anda, lalu tekan Tonton sekarang. Halaman JustWatch terbuka dan memperlihatkan layanan resmi yang menyediakannya.

Di mana Daftar Saya disimpan?

Di peramban pada perangkat Anda sendiri. Daftar itu langsung siap dipakai dan hanya terlihat oleh Anda.